Di tahun 2025, User Generated Content (UGC) bukan lagi pelengkap digital campaign—tetapi telah menjadi fondasi kepercayaan konsumen terhadap brand. Di tengah banjir informasi dan makin menurunnya efektivitas iklan konvensional, suara konsumen terbukti lebih dipercaya daripada pesan brand itu sendiri.

Menurut laporan terbaru Edelman Trust Barometer, lebih dari 70% konsumen menyatakan bahwa ulasan, testimoni, dan konten dari pengguna lain mempengaruhi keputusan mereka lebih dari konten iklan atau endorsement selebriti. Hal ini memperkuat urgensi bagi brand untuk membangun sistem UGC yang aktif dan otentik, bukan sekadar gimmick musiman.

 

Mengapa UGC Jadi Kunci Trust di Era Post-Trust?

Saat audiens dibombardir dengan iklan setiap hari, kepercayaan tidak bisa dibeli tapi harus dibangun. UGC menawarkan jalur tercepat menuju kepercayaan itu. Berbeda dengan branded content yang dikurasi dan dipoles, UGC terasa lebih autentik, manusiawi, dan relevan.

Contohnya bisa dilihat dari strategi Nike yang kini lebih aktif mengangkat cerita atlet dan komunitas lokalnya, atau brand seperti Airbnb yang mengandalkan konten dari pengalaman tamu, bukan hanya visualnya.

Dari sudut pandang strategi, ini sejalan dengan prinsip dalam buku Marketing Rebellion karya Mark Schaefer, yang menekankan bahwa “the most human company wins.” Dan UGC adalah elemen “paling manusia” dari sebuah brand experience.

 

Dari Awareness Menuju Advocacy

UGC bukan hanya soal awareness—ia juga mendorong keterlibatan (engagement), konversi, dan advokasi (advocacy). Berikut adalah dampak nyata UGC jika dikelola dengan strategis:

  • Meningkatkan CTR dan konversi: Konten dari pengguna cenderung 5x lebih efektif dibanding materi promosi biasa (menurut data Stackla).
  • Mengurangi biaya produksi konten: Dengan komunitas aktif, brand punya sumber konten organik yang terus mengalir.
  • Memperkuat community-led growth: UGC mendorong konsumen merasa jadi bagian dari perjalanan brand.

Namun, penting untuk dicatat bahwa UGC yang efektif bukan hasil kebetulan, melainkan hasil dari proses desain pengalaman, keterlibatan komunitas, dan kepekaan terhadap momen.

 

Membangun Ekosistem UGC yang Berkelanjutan

Agar User Generated Content benar-benar bisa menjadi fondasi kepercayaan terhadap brand, dibutuhkan lebih dari sekadar minta konsumen posting. Anda perlu membangun ekosistem yang mendukung mereka untuk secara alami ingin berbagi.

  1. Kenali titik-titik momen emosional: Identifikasi kapan pengguna paling mungkin ingin membagikan pengalaman mereka—misalnya saat unboxing, setelah mendapatkan hasil nyata, atau ketika merasa terlibat dalam misi brand. Momen ini bisa dipicu lewat review, challenge, atau kampanye hashtag.
  2. Bangun komunitas, bukan audiens: UGC yang kuat lahir dari rasa kepemilikan. Berikan ruang dialog, bukan hanya arahan promosi. Dorong partisipasi dengan value, bukan iming-iming hadiah.
  3. Kurasi tanpa menghapus otentisitas: Pilih dan tampilkan konten terbaik dari komunitas, tapi jangan diedit berlebihan. Justru kejujuran itulah yang menciptakan trust.
  4. Ciptakan feedback loop yang terasa nyata: Berikan respon terhadap konten yang mereka buat. Saat pengguna tahu postingan mereka dilihat, dihargai, dan mungkin bahkan berdampak pada produk/layanan, mereka akan lebih terlibat secara aktif.

Karena pada akhirnya, UGC bukan hanya soal siapa yang mem-posting, tapi mengapa mereka terdorong untuk melakukannya—tanpa diminta. Brand yang berhasil membangun ekosistem ini akan memanen konten otentik yang terus mengalir dan memperkuat kredibilitas mereka secara organik.

 

Saatnya UGC Jadi Strategi Inti Brand Anda

CDL Agency melihat User Generated Content bukan tren sementara, tapi komponen inti dari strategi brand modern. Kami membantu brand besar menyusun strategi digital yang berbasis keterlibatan manusia, bukan sekadar impresi digital.

Dengan pengalaman membangun narasi brand berbasis komunitas dan konten otentik, CDL siap menjadi mitra Anda merancang perjalanan UGC yang relevan, berdampak, dan mengakar.

📩 Ingin menjadikan UGC sebagai mesin kepercayaan di 2025? Hubungi CDL Agency—karena konten paling ampuh bukan yang dibuat brand, tapi yang dibicarakan oleh mereka yang benar-benar percaya.